Senin, 30 April 2012
SURAT UNTUK IBU
Ibu, saat ini aku sangat terpuruk bu. Aku remuk. Waktu semakin berjalan. Selalu jika aku ingat itu, aku menangis bu. Apa mungkin karena hingga sekarang aku belum bias membahagiakan ibu?kini aku telah menginjak semester keempat bu. Semoga saja aku dapat menyelesaikan hingga semester akhir nanti. Dan aku sangat ingin ibu bahagia dan tersenyum saat wisudaku nanti. Aku ingin kau menatap bangga pada anakmu ini. Aku ingin ibu mendoakanku dan mengatakan sesuatu padaku ketika melihatku berpakaian toga.
Ibu, aku tak ingin menangis namun aku tak mampu. Bagaimana kabar ibu? Disaat ini aku hanya berharap dan berdoa agar ibu selalu diberi kesehatan. Aku sangat merindukan masa kecilku dulu. Aku rindu saat ibu menyanyikan lagu agar aku dapat tidur nyenyak. Aku rindu atas kegigihan ibu merawatku ketika sakit padahal aku sangat nakal. Kini semua begitu terasa sangat cepat. Aku telah dewasa. Aku sudah harus menentukan tindakanku sendiri. Aku harus bertahan dalam sandiwara kehidupan yang kini sedang kujalani.
Ibu, aku sedih. Aku sangat sedih ketika kau mengeluh karena sakitmu. Aku tak mampu melihat ibu menangis. Andaikan aku dokter. Aku pasti telah mengobati ibu dari sulu. Sehingga ibu tidak merasa sakit lagi. Aku hanya mampu berdoa, semoga ALLAH memberikan kesembuhan kepada sakit ibu. Aku tidak ingin ibu sakkit sekalipun itu hanya sakit yang ringan saja. Aku tak mau bu. Aku hanya ingin ibu selalu sehat dan selalu memberikan aku semangatmu.
Aku takut bu. Aku sangat takut jika hari utu datang. Aku takut belum sempat membuat ibu bahagia. Aku takut tak dapat lagi melihat senyum di wajah ibu.
Ibu, aku sangat ingin suatu saat nanti aku menjadi seorang ibu seperti ibu. Aku ingin berjuang seperti ibu mempertaruhkan hidup untukku. Aku sangat bangga kepada ibu. Bangga akan semua yang kau berikan kepadaku. Terima kasih atas segala yang telah ibu ikhlaskan untuk anakmu ini.
Akhirnya hanya inilah yang mampu aku ungkapkan. Aku tak bias berkata-kata lagi. Terlalu banyak kasih sayangmu yang telah kau curahkan untukku. Terlalu beragam senyummu yang sangat ingin aku maknai. Aku sangat menyayangi ibu, aku mencintai ibu. Andai jika waktu dapat ku putar kembali. Sungguh bu, aku ingin kembali terlahir dari rahimmu. Do’aku selalu untuk ibu. I love you mom……
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar