Kamis, 08 November 2012

Uts 2


Anggun Hadi Rakhmawati
 (PAP 10 B/108554273)
Soal: 
1)      Jelaskan secara skematik hierarki kewenangan seorang pemimpin!
2)      Jelaskan tahapan pengambilan keputusan pemimpin dalam organisasi!
3)      Jelaskan perbedaan pimpinan, kepala dan manajer!
4)      Jelaskan secara fungsi administratif, seorang pemimpin dalam organisasi pendidikan!
5)      Jelaskan secara konseptual tugas pokok dan fungsi pimpinan dalam organisasi pendidikan!
Jawaban:
1)      Kewenangan seorang pemimpin adalah pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja melalui orang lain, sesuatu yang hanya dapat diwujudkannya melalui pendelegasian. Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab tugas (agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal).
Dalam pendelegasian wewenang, pemimpin memercayakan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sekaligus "menuntut" adanya hasil kerja yang pasti dari bawahan. Dalam pendelegasian wewenang, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan kerja sehingga bawahan dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan kerja. Dalam melaksanakan wewenang seorang pemimpin harus berpacu pada azas-azas pendelegasian wewenang salah satunya adalah azas kepervayaan. Kepercayaan harus didasarkan atas pertimbangan yang Objektif mengenai Kecakapan, kemampuan, kejujuran, keterampilan dan tanggung jawab.
2)      Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Pengambil keputusan dalam memilih alternatif-alternatif keputusan yang harus diimplementasikan. Pembuatan keputusan dalam proses kelembagaan sekolah dapat berbentuk pemecahan masalah-masalah operasional yang dihadapi manajemen setiap saat, dan dapat pula berbentuk keputusan yang mengandung makna dan jangkauan menyeluruh baik dalam arti lingkup maupun jangka waktu.
         Menurut Irving L. Janis dan Leon Mann (dalam Rosemarie, 2007) harus memenuhi 7 kriteria yang menunjukkan kualitas suatu pengambilan  keputusan. Ke tujuh kriteria tersebut adalah:
         a)  Memeriksa secara seksama semua alternatif  tindakan yang akan dipili
   b) Meneliti semua tujuan-tujuan yang akan dicapai dan implikasinya dari suatu tindakan yang dipilih.
c) Secara berhati-hati mempertimbangkan semua konsekuensi biaya dan resiko negatif  dan juga positif sepanjang yang dia ketahui yang dihasilkan dari setiap alternative penyelesaian masalah yang akan dipilih
        d)  Mencari informasi informasi baru secara intensif untuk bahan evaluasi lebih lanjut  dari alternative-alternatif penyelesaian masalah yang akan dipilih.
          e) Mengakomodasi dan mempertimbangkan secara tepat semua informasi baru atau pertimbangan para ahli yang tidak terungkap sebelumnya, bahkan juga pertimbangan yang tadinya tidak mendukung tindakan yang akan diambil .
  f)   Menguji kembali semua konsekuensi positif dan negative dari semua alternative yang diketahui, termasuk alternative yang tadinya dinyatakan tidak diterima sebelum mengambil keputusan akhir.
  g)  Membuat persiapan yang rinci untuk mengimplementasikan atau mengeksekusi tindakan yang telah dipilih, dengan perhatian khusus pada rencana-rencana kontingensi (contingency plans) yang mungkin diperlukan, apabila resiko-resiko yang telah diduga akan diperhitungkan.
            Tahapan proses pengambilan keputusan dalam organisasi
Empat metode dalampengambilan keputusan dalam suatu organisasi yaitu :
1)      Kewenangan tanpa diskusi bisa disebut juga keputusan yang diambil secara sepihak, kewenangan ini biasanya dilakukan oleh pemimpin/pimpinan organisasi tersebut. kewenangan ini dilakukan untuk mempersingkat waktu namun dampak negatifenya juga dapat menimbulkan rasa ketidak percayaan anggota terhadap pimpinannya karna anggota tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.
2)    Pendapat ahli
 Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini   sangat berguna didalam sebuah organisasi.
3)       Kewenangan setelah diskusi.
 Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
4)      Kesepakatan
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
            Faktor yang turut menentukan proses pembuatan keputusan di atas tampaknya       amat kondisional dan setiap saat dapat berubah tergantung kepada tingkat kematangan          dan kualitas para guru yang merupakan kekuatan pendukung dan pelaksana dalam    manajemen sekolah dan dalam proses pendidikan di sekolah itu.
            Manajemen sekolah yang bermutu dalam konteks pembuatan keputusan biasanya   memperhatikan kerangka berfikir :
1.               Keputusan manajemen sekolah diawali dengan pemilihan alternatif terbaik.
2.               Keputusan manajemen sekolah adalah keputusan yang membawa    pembaharuan
3.               Proses kelompok berpengaruh sangat besar dalam dunia manajemen sekolah           yang berhasil
                  Jadi proses pembuatan keputusan pada tingkat kelembagaan seperti diuraikan         di atas merupakan faktor dominan dalam menentukan manajemen kualitas lembaga.           Prosedur pembuatan keputusan itu banyak dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman          dan wawasan terhadap peran dan fungsi pembuatan keputusan dalam meningkatkan    mutu pendidikan di sekolah.
3)      Pemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23). Pengertian kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalam hirarkhi organisasi, yang di dalamnya terkandung tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah ditentukan secara formal. Kekepalaan berkaitan dengan wewenang sah berdasarkan ketentuan formal, untuk membawahi dan memberi perintah-perintah kepada kelompok orang-orang “bawahan” tertentu dan dalam bidang masalah tertentu pula. Seorang kepala unit belum tentu dapat menjadi leader. Demikian pula seorang leader belum tentu mempunyai kedudukan sebagai kepala. Pengertian kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalam hirarkhi organisasi, yang di dalamnya terkandung tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah ditentukan secara formal. Kekepalaan berkaitan dengan wewenang sah berdasarkan ketentuan formal, untuk membawahi dan memberi perintah-perintah kepada kelompok orang-orang “bawahan” tertentu dan dalam bidang masalah tertentu pula. Seorang kepala unit belum tentu dapat menjadi leader. Demikian pula seorang leader belum tentu mempunyai kedudukan sebagai kepala. Sedangkan Warren Bennis dalam bukunya berjudul On Becoming Leader,  menjelaskan perbedaan peran antara manager dan pemimpin sebagai berikut :
  • Manager mengelola sedangkan pemimpin menginovasi
  • Manager adalah tiruan sediangkan pemimpin orisinal
  • Manager mempertahankan pemimpin mengembangkan
  • Manager berfokus pada sistem dan struktur sedangkan pemimpin fokus kepada orang
  • Manager bergantung kepada pengawasan sedangkan pemimpin membangkitkan kepercayaan
  • Manager melihat jangka pendek sedangkan pemimpin melihat perspektif jangka panjang
  • Manager bertanya kapan dan bagaimana sedangkan pemimpin bertanya apa dan mengapa
  • Manager melihat hasil pokok sedangkan pemimpin menatap masa depan
  • Manager meniru sedangkan pemimpin melahirkan
  • Manager menerima status quo sedangkan pemimpin menantangnya
  • Manager adalah prajurit yang baik sedangkan pemimpin adalah dirinya sendiri
  • Manager melakukan hal-hal dengan benar sedangkan pemimpin melakukan hal-hal yang benar

4)      Fungsi administratif seorang pemimpin dalam organisasi pendidikan adalah, administrasi pengertian sehari-hari sering disamakan dengan tata usaha, yailu berupa kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil kegiatan untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.
Mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya . Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.
5)      Konseptual tupoksi pemimpindalam organisasi pendidikan adalah 

-  sebagai educator ( pendidik), kepala sekolah menjadi pendidik dimana terkadang seorang kepala sekolah  berkepemimpinan demokratis dimana dia merupakan bagain dari yang dipimpin sehingga kepala sekolah juga menjadi pendidik langsung untuk para muridnya.
-  sebagai manajer, kepala sekolah menjadi pimpinan yang mengarahkan, membatasi, dan merencanakan segala kepemerintahannya yang akan berdampak pada proses pembelajaran yang berlangsung.
-  sebagai leader, kepala sekolah sebagai pemimpin yang disegani baik sebagai orang yang berkuasa juga sebagai seorang pendidik yang lebih menekankan pada contoh moral siswa-siswanya.
-  sebagai motivator, kepala sekolah sebagai seorang motivator untuk mendorong semangat belajar siswa-siswi sehingga akan tercipta prestasi yang membanggakan dalam ranah akademik maupun non akademik.
-  sebagai inovator, kepala sekolah menjadi seorang pemimpin yang dapat memeberikan inovasi-inovasi dalam sebuah perkembangan dalam pendidikan yang dapat menarik minat dan simpati siswa-siswi untuk mampu berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi.


Tidak ada komentar: