Anggun
Hadi Rakhmawati
(PAP 10 B/108554273)
Soal:
1) Jelaskan
secara skematik hierarki kewenangan seorang pemimpin!
2) Jelaskan
tahapan pengambilan keputusan pemimpin dalam organisasi!
3) Jelaskan
perbedaan pimpinan, kepala dan manajer!
4) Jelaskan
secara fungsi administratif, seorang pemimpin dalam organisasi pendidikan!
5) Jelaskan
secara konseptual tugas pokok dan fungsi pimpinan dalam organisasi pendidikan!
Jawaban:
1) Kewenangan
seorang pemimpin adalah pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan bekerja
melalui orang lain, sesuatu yang hanya dapat diwujudkannya melalui pendelegasian.
Melalui pendelegasian, pemimpin memberi tugas, wewenang, hak, tanggung jawab,
kewajiban, dan pertanggungjawaban kepada bawahan demi pemastian tanggung jawab
tugas (agar setiap individu peserta suatu organisasi berfungsi secara normal).
Dalam pendelegasian wewenang, pemimpin memercayakan
tugas, wewenang, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang
sekaligus "menuntut" adanya hasil kerja yang pasti dari bawahan.
Dalam pendelegasian wewenang, pemimpin memberikan tugas, wewenang, hak,
tanggung jawab, kewajiban, dan pertanggungjawaban yang sepadan bagi pelaksanaan
kerja sehingga bawahan dengan sendirinya dituntut untuk bertanggung jawab penuh
dalam pelaksanaan kerja. Dalam melaksanakan wewenang seorang pemimpin harus
berpacu pada azas-azas pendelegasian wewenang salah satunya adalah azas
kepervayaan. Kepercayaan harus didasarkan atas pertimbangan yang Objektif
mengenai Kecakapan, kemampuan, kejujuran, keterampilan dan tanggung jawab.
2) Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Pengambil
keputusan dalam memilih alternatif-alternatif keputusan yang harus
diimplementasikan. Pembuatan keputusan dalam proses kelembagaan sekolah dapat
berbentuk pemecahan masalah-masalah operasional yang dihadapi manajemen setiap
saat, dan dapat pula berbentuk keputusan yang mengandung makna dan jangkauan
menyeluruh baik dalam arti lingkup maupun jangka waktu.
Menurut Irving L. Janis dan Leon Mann
(dalam Rosemarie, 2007) harus memenuhi 7 kriteria yang menunjukkan kualitas
suatu pengambilan keputusan. Ke tujuh kriteria tersebut adalah:
a) Memeriksa secara seksama semua
alternatif tindakan yang akan dipili
b) Meneliti semua tujuan-tujuan yang akan
dicapai dan implikasinya dari suatu tindakan yang dipilih.
c)
Secara berhati-hati mempertimbangkan semua konsekuensi biaya dan resiko negatif
dan juga positif sepanjang yang dia ketahui yang dihasilkan dari setiap
alternative penyelesaian masalah yang akan dipilih
d) Mencari informasi informasi baru secara
intensif untuk bahan evaluasi lebih lanjut dari alternative-alternatif penyelesaian
masalah yang akan dipilih.
e) Mengakomodasi dan mempertimbangkan secara
tepat semua informasi baru atau pertimbangan para ahli yang tidak terungkap
sebelumnya, bahkan juga pertimbangan yang tadinya tidak mendukung tindakan yang
akan diambil .
f) Menguji
kembali semua konsekuensi positif dan negative dari semua alternative yang
diketahui, termasuk alternative yang tadinya dinyatakan tidak diterima sebelum
mengambil keputusan akhir.
g) Membuat
persiapan yang rinci untuk mengimplementasikan atau mengeksekusi tindakan yang
telah dipilih, dengan perhatian khusus pada rencana-rencana kontingensi
(contingency plans) yang mungkin diperlukan, apabila resiko-resiko yang telah
diduga akan diperhitungkan.
Tahapan proses pengambilan keputusan
dalam organisasi
Empat metode dalampengambilan
keputusan dalam suatu organisasi yaitu :
1) Kewenangan tanpa diskusi
bisa disebut juga keputusan yang
diambil secara sepihak, kewenangan ini biasanya dilakukan oleh pemimpin/pimpinan
organisasi tersebut. kewenangan ini dilakukan untuk mempersingkat waktu namun
dampak negatifenya juga dapat menimbulkan rasa ketidak percayaan anggota
terhadap pimpinannya karna anggota tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan
tersebut.
2) Pendapat ahli
Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini sangat berguna didalam sebuah organisasi.
Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini sangat berguna didalam sebuah organisasi.
3)
Kewenangan
setelah diskusi.
Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
4) Kesepakatan
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
Faktor yang turut menentukan
proses pembuatan keputusan di atas tampaknya amat kondisional dan setiap saat
dapat berubah tergantung kepada tingkat kematangan dan kualitas para guru yang
merupakan kekuatan pendukung dan pelaksana dalam manajemen sekolah dan dalam proses
pendidikan di sekolah itu.
Manajemen sekolah yang bermutu dalam
konteks pembuatan keputusan biasanya memperhatikan
kerangka berfikir :
1.
Keputusan
manajemen sekolah diawali dengan pemilihan alternatif terbaik.
2.
Keputusan
manajemen sekolah adalah keputusan yang membawa pembaharuan
3.
Proses kelompok
berpengaruh sangat besar dalam dunia manajemen sekolah yang berhasil
Jadi
proses pembuatan keputusan pada tingkat kelembagaan seperti diuraikan di atas merupakan faktor dominan dalam
menentukan manajemen kualitas lembaga. Prosedur
pembuatan keputusan itu banyak dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman dan wawasan terhadap peran dan fungsi
pembuatan keputusan dalam meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah.
3) Pemimpin
adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan tercapai tujuannya
jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin.
Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai
kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa
menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang
aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin
pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama (Panji Anogara, Page 23). Pengertian
kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalam hirarkhi organisasi,
yang di dalamnya terkandung tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah
ditentukan secara formal. Kekepalaan berkaitan dengan wewenang sah berdasarkan
ketentuan formal, untuk membawahi dan memberi perintah-perintah kepada kelompok
orang-orang “bawahan” tertentu dan dalam bidang masalah tertentu pula. Seorang
kepala unit belum tentu dapat menjadi leader. Demikian pula seorang leader
belum tentu mempunyai kedudukan sebagai kepala. Pengertian
kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalam hirarkhi
organisasi, yang di dalamnya terkandung tugas, wewenang dan tanggung jawab yang
telah ditentukan secara formal. Kekepalaan berkaitan dengan wewenang sah
berdasarkan ketentuan formal, untuk membawahi dan memberi perintah-perintah
kepada kelompok orang-orang “bawahan” tertentu dan dalam bidang masalah
tertentu pula. Seorang kepala unit belum tentu dapat menjadi leader. Demikian
pula seorang leader belum tentu mempunyai kedudukan sebagai kepala. Sedangkan
Warren Bennis dalam bukunya berjudul
On Becoming Leader, menjelaskan perbedaan peran antara manager dan
pemimpin sebagai berikut :
- Manager mengelola sedangkan pemimpin menginovasi
- Manager adalah tiruan sediangkan pemimpin orisinal
- Manager mempertahankan pemimpin mengembangkan
- Manager berfokus pada sistem dan struktur sedangkan pemimpin fokus kepada orang
- Manager bergantung kepada pengawasan sedangkan pemimpin membangkitkan kepercayaan
- Manager melihat jangka pendek sedangkan pemimpin melihat perspektif jangka panjang
- Manager bertanya kapan dan bagaimana sedangkan pemimpin bertanya apa dan mengapa
- Manager melihat hasil pokok sedangkan pemimpin menatap masa depan
- Manager meniru sedangkan pemimpin melahirkan
- Manager menerima status quo sedangkan pemimpin menantangnya
- Manager adalah prajurit yang baik sedangkan pemimpin adalah dirinya sendiri
- Manager melakukan hal-hal dengan benar sedangkan pemimpin melakukan hal-hal yang benar
4)
Fungsi
administratif seorang pemimpin dalam organisasi pendidikan adalah, administrasi
pengertian sehari-hari sering disamakan dengan tata usaha, yailu berupa
kegiatan mencatat, mengumpulkan dan menyimpan suatu kegiatan atau hasil
kegiatan untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.
Mengadakan formulasi kebijaksanaan
administrasi dan menyediakan fasilitasnya . Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan
yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan
fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74),
fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan
kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada
didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi
bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.
5) Konseptual
tupoksi pemimpindalam organisasi pendidikan adalah
-
sebagai educator ( pendidik), kepala
sekolah menjadi pendidik dimana terkadang seorang kepala sekolah berkepemimpinan demokratis dimana dia
merupakan bagain dari yang dipimpin sehingga kepala sekolah juga menjadi pendidik
langsung untuk para muridnya.
-
sebagai manajer, kepala sekolah menjadi
pimpinan yang mengarahkan, membatasi, dan merencanakan segala kepemerintahannya
yang akan berdampak pada proses pembelajaran yang berlangsung.
-
sebagai leader, kepala sekolah sebagai
pemimpin yang disegani baik sebagai orang yang berkuasa juga sebagai seorang
pendidik yang lebih menekankan pada contoh moral siswa-siswanya.
-
sebagai motivator, kepala sekolah
sebagai seorang motivator untuk mendorong semangat belajar siswa-siswi sehingga
akan tercipta prestasi yang membanggakan dalam ranah akademik maupun non
akademik.
-
sebagai inovator, kepala sekolah menjadi
seorang pemimpin yang dapat memeberikan inovasi-inovasi dalam sebuah
perkembangan dalam pendidikan yang dapat menarik minat dan simpati siswa-siswi
untuk mampu berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar