2.
Pengambilan
keputusan adalah
tindakan pemilihan alternatif. Pengambil keputusan dalam memilih alternatif-alternatif
keputusan yang harus diimplementasikan. Pembuatan keputusan dalam proses kelembagaan sekolah dapat berbentuk
pemecahan masalah- masalah
operasional yang dihadapi manajemen setiap saat, dan dapat pula berbentuk keputusan yang mengandung makna dan jangkauan
menyeluruh baik dalam arti lingkup maupun
jangka waktu.
Menurut Irving L. Janis dan Leon Mann
(dalam Rosemarie, 2007) harus memenuhi 7 kriteria yang menunjukkan kualitas
suatu pengambilan keputusan. Ke tujuh kriteria tersebut adalah:
a) Memeriksa secara seksama semua
alternatif tindakan yang akan dipili
b) Meneliti semua tujuan-tujuan yang
akan dicapai dan implikasinya dari suatu tindakan yang dipilih
c) Secara berhati-hati mempertimbangkan
semua konsekuensi biaya dan resiko negatif dan juga positif sepanjang
yang dia ketahui yang dihasilkan dari setiap alternative penyelesaian masalah
yang akan dipilih
d) Mencari informasi informasi baru secara
intensif untuk bahan evaluasi lebih lanjut dari alternative-alternatif
penyelesaian masalah yang akan dipilih.
e)Mengakomodasi dan mempertimbangkan secara
tepat semua informasi baru atau pertimbangan para ahli yang tidak terungkap
sebelumnya, bahkan juga pertimbangan yang tadinya tidak mendukung tindakan yang
akan diambil .
f) Menguji kembali semua konsekuensi
positif dan negative dari semua alternative yang diketahui, termasuk
alternative yang tadinya dinyatakan tidak diterima sebelum mengambil keputusan
akhir.
g) Membuat persiapan yang rinci untuk
mengimplementasikan atau mengeksekusi tindakan yang telah dipilih, dengan
perhatian khusus pada rencana-rencana kontingensi (contingency plans) yang
mungkin diperlukan, apabila resiko-resiko yang telah diduga akan
diperhitungkan.
Tahapan proses pengambilan keputusan
dalam organisasi
Empat metode dalampengambilan
keputusan dalam suatu organisasi yaitu :
1) Kewenangan tanpa diskusi
bisa disebut juga keputusan yang
diambil secara sepihak, kewenangan ini biasanya dilakukan oleh pemimpin/pimpinan
organisasi tersebut. kewenangan ini dilakukan untuk mempersingkat waktu namun
dampak negatifenya juga dapat menimbulkan rasa ketidak percayaan anggota
terhadap pimpinannya karna anggota tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan
tersebut.
2) Pendapat ahli
Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini sangat berguna didalam sebuah organisasi.
Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini sangat berguna didalam sebuah organisasi.
3)
Kewenangan
setelah diskusi.
Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
4) Kesepakatan
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
Faktor yang turut menentukan
proses pembuatan keputusan di atas tampaknya amat kondisional dan setiap saat
dapat berubah tergantung kepada tingkat kematangan dan kualitas para guru yang
merupakan kekuatan pendukung dan pelaksana dalam manajemen sekolah dan dalam proses
pendidikan di sekolah itu.
Manajemen sekolah yang bermutu dalam
konteks pembuatan keputusan biasanya memperhatikan
kerangka berfikir :
1. Keputusan
manajemen sekolah diawali dengan pemilihan alternatif terbaik
2. Keputusan
manajemen sekolah adalah keputusan yang membawa pembaharuan
3. Proses
kelompok berpengaruh sangat besar dalam dunia manajemen sekolah yang berhasil
Jadi proses pembuatan keputusan pada
tingkat kelembagaan seperti diuraikan di atas merupakan faktor dominan dalam
menentukan manajemen kualitas lembaga. Prosedur pembuatan keputusan itu banyak
dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman dan wawasan terhadap peran dan fungsi
pembuatan keputusan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar