Senin, 05 November 2012

Tahapan pengambilan keputusan pemimpin dalam organisasi pendidikan UTS No 2


2.      Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Pengambil keputusan            dalam memilih alternatif-alternatif keputusan yang harus diimplementasikan. Pembuatan    keputusan dalam proses kelembagaan sekolah dapat berbentuk pemecahan masalah-           masalah operasional yang dihadapi manajemen setiap saat, dan dapat pula berbentuk keputusan yang mengandung makna dan jangkauan menyeluruh baik dalam arti lingkup             maupun jangka waktu.
         Menurut Irving L. Janis dan Leon Mann (dalam Rosemarie, 2007) harus memenuhi 7 kriteria yang menunjukkan kualitas suatu pengambilan  keputusan. Ke tujuh kriteria tersebut adalah:
         a) Memeriksa secara seksama semua alternatif  tindakan yang akan dipili
         b) Meneliti semua tujuan-tujuan yang akan dicapai dan implikasinya dari suatu tindakan yang dipilih
         c) Secara berhati-hati mempertimbangkan semua konsekuensi biaya dan resiko negatif  dan juga positif sepanjang yang dia ketahui yang dihasilkan dari setiap alternative penyelesaian masalah yang akan dipilih
         d) Mencari informasi informasi baru secara intensif untuk bahan evaluasi lebih lanjut dari alternative-alternatif penyelesaian masalah yang akan dipilih.
          e)Mengakomodasi dan mempertimbangkan secara tepat semua informasi baru atau pertimbangan para ahli yang tidak terungkap sebelumnya, bahkan juga pertimbangan yang tadinya tidak mendukung tindakan yang akan diambil .
         f) Menguji kembali semua konsekuensi positif dan negative dari semua alternative yang diketahui, termasuk alternative yang tadinya dinyatakan tidak diterima sebelum mengambil keputusan akhir.
         g) Membuat persiapan yang rinci untuk mengimplementasikan atau mengeksekusi tindakan yang telah dipilih, dengan perhatian khusus pada rencana-rencana kontingensi (contingency plans) yang mungkin diperlukan, apabila resiko-resiko yang telah diduga akan diperhitungkan.
            Tahapan proses pengambilan keputusan dalam organisasi
Empat metode dalampengambilan keputusan dalam suatu organisasi yaitu :
1)      Kewenangan tanpa diskusi bisa disebut juga keputusan yang diambil secara sepihak, kewenangan ini biasanya dilakukan oleh pemimpin/pimpinan organisasi tersebut. kewenangan ini dilakukan untuk mempersingkat waktu namun dampak negatifenya juga dapat menimbulkan rasa ketidak percayaan anggota terhadap pimpinannya karna anggota tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut.
2)    Pendapat ahli
 Pendapat orang-orang yang memang berkompeten dibidangnya. pendapat ini   sangat berguna didalam sebuah organisasi.
3)       Kewenangan setelah diskusi.
 Kewenangan ini diambil secara bersama-sama artinya pemimpin lebih mempertimbangkan atau mendiskusikan lebih anjut dengan para anggota. kelemahannya para anggota akan berlomba-lomba mempengaruhi pimpinan untuk mencari perhatiian pemimpinnya.
4)      Kesepakatan
Sebuah negara yg demokrasi pasti menggunakan 'kesepakatan' sebagai metode kenegaraannya. dalam sebuah organisasipun pasti harus ada kesepakatan yang diambil bersama-sama. dengan kesepakatan yang baik akan jelas pula tujuan, kegunaan dan manfaatnya.
            Faktor yang turut menentukan proses pembuatan keputusan di atas tampaknya       amat kondisional dan setiap saat dapat berubah tergantung kepada tingkat kematangan          dan kualitas para guru yang merupakan kekuatan pendukung dan pelaksana dalam    manajemen sekolah dan dalam proses pendidikan di sekolah itu.
            Manajemen sekolah yang bermutu dalam konteks pembuatan keputusan biasanya   memperhatikan kerangka berfikir :
1.      Keputusan manajemen sekolah diawali dengan pemilihan alternatif terbaik
2.      Keputusan manajemen sekolah adalah keputusan yang membawa pembaharuan
3.      Proses kelompok berpengaruh sangat besar dalam dunia manajemen sekolah yang berhasil
      Jadi proses pembuatan keputusan pada tingkat kelembagaan seperti diuraikan di atas merupakan faktor dominan dalam menentukan manajemen kualitas lembaga. Prosedur pembuatan keputusan itu banyak dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman dan wawasan terhadap peran dan fungsi pembuatan keputusan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.


Tidak ada komentar: